Konsep Dasar & Pengertian Penelitian Ilmiah

Secara Etimologi, PENELITIAN berasal dari bahasa Inggris RESEARCH (RE berarti kembali, dan SEARCH berarti mencari). Sehingga Research berarti Mencari Kembali. Berikut ini adalah beberapa definisi penelitian menurut bebarapa ahli:

Tuckman mendefinisikan Penelitian (Research) is “A Systematic Attempt To Provide Answer To Question”  yaitu Penelitian Merupakan Suatu Usaha Yang Sistematis Untuk Menemukan Jawaban Ilmiah Terhadap Suatu Masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu.

Materi selengkapnya, silahkan [KLIK di SINI]

HIPOTESIS PENELITIAN

http://bit.ly/1jB3eTZ

Jika memang Hipotesis itu sekedar merupakan pernyataan yang bersifat sementara tentang suatu hal, maka kelihatannya mudah dan sederhana saja dalam merumuskannya. Akan tetapi, dalam suatu penelitian ternyata merumuskan Hipotesis yang baik dan benar tidaklah sesederhana itu. Oleh karena itu, pemahaman tentang Konsep atau Teori tentang Hipotesis tersebut sangatlah diperlukan bagi seorang peneliti. Berikut ini kami sampaikan catatan sederhana dari buku-buku referensi yang berkaitan dengan Pemahaman dasar terhadap Hipotesis. Silahkan [KLIK di SINI]

Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori & Kerangka Konsep Penelitian

http://bit.ly/1dcq3he

Setelah mengidentifikasi suatu topik penelitian yang akan diteliti, selanjutnya peneliti harus melakukan Tinjauan Pustaka atas topik tersebut. Dengan Tinjauan Pustaka dapat menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Tinjauan ini juga dapat memberikan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut, serta membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. (Creswell, 2010).

Berikut adalah catatan selengkapnya tentang Materi Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori dan Kerangka Konsep Penelitian: [KLIK di SINI]

Hakekat Kebenaran & Ilmu Pengetahuan

Mencari hakekat kebenaran mungkin sering kita ucapkan, tapi pada kenyataannya susah untuk dilaksanakan. Yang pasti bahwa “benar” itu pasti “tidak salah”. Pertanyaan-pertanyaan kritis kita di masa kecil, misalnya mengapa gajah berkaki empat, mengapa burung dapat terbang, dan sebagainya kadang tidak dapat terjawab secara baik oleh orang tua kita. Sehingga akhirnya sering sesuatu kita anggap sebagai ‘yang memang sudah demikian adanya’ (Taken for Granted). Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut pandang kebenaran termasuk bagaimana membuktikannya. Manusia merupakan makhluk yang berakal budi. Dengan akal budinya, maka kemampuan bersuara dapat menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Adanya akal budi juga menyebabkan manusia mampu berpikir abstrak dan konseptual sehingga manusia disebut sebagai makhluk pemikir (homosapiens). Dalam sejarah perkembangannya, manusia ternyata manusia selalu berusaha memperoleh pengetahuan yang benar atau yang secara singkat dapat disebut sebagai kebenaran. Manusia senantiasa berusaha memahami, memperoleh, dan memanfaatkan kebenaran untuk kehidupannya. Tidak salah jika satu sebutan lagi diberikan kepadanya, yaitu manusia sebagai makhluk pencari kebenaran.

Apa itu Kebenaran..? Bagimana hubungan Kebenaran dengan Ilmu Pengetahuan.? —— untuk membaca selanjutnya: [KLIK di SINI] ——–

RUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Setiap mengawali suatu penelitian, maka seorang peneliti harus mampu mengidentifikasi sebuah Masalah Penelitian. Dalam hal ini kekritisan peneliti menjadi modal utama dalam menemukan sebuah masalah penelitian yang akan diteliti. Sumber-sumber masalah penelitian dapat dimulai dengan ditemukannya kesenjangan antara hal yang diinginkan dengan yang didapatkan dilapangan/lingkungan, kesenjangan antara Das Sollen (seharusnya) dan Das Sein (kenyataan), kesenjangan antara Harapan dan Kenyataan, kesenjangan antara Fakta dan Harapan dan kesenjangan antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia.

Dari hal-hal tersebut itulah mendorong manusia mengajukan sebuah pertanyaan sederhana “apa itu, dimana itu, siapa itu, kapon itu terjadi dan bagaimana itu, mengapa, dan sebagainya“, sehingga manusia mengidentifikasi masalah. Rasa ingin tahu yang mendalam membuat seseorang mengadakan penelitian, agar apa yang dirasakan kurang benar bisa terjawab dan terpecahkan. Seperti diketahui bersama bahwa penelitian adalah merupakan bagian dari pemecahan masalah. 
Lalu apa sebenarnya Masalah Penelitian itu ?***Selengkapnya silahkan Klik pada link berikut: [KLIK di SINI]

Uji Validitas & Reliabilitas Instrumen Penelitian

gedung2Pada penelitian ilmu-ilmu sosial, termasuk didalamnya adalah Penelitian Kesehatan, cukup banyak menggunakan cara pengambilan/pengumpulan data dengan menggunakan Instrumen (Alat Ukur). Salah satu persoalan yang penting dalam hal ini adalah, perlunya dilakukan pengetesan apakah suatu instrumen (alat ukur) dalam pengambilan data untuk penelitian itu Valid dan Reliabel. Instrumen pengambilan data tersebut dapat berupa Item Pertanyaan (Questionere), Angket, Pedoman Wawancara, dll. Pada penyusunan kuesinoner, salah satu kriteria kuesioner yang baik adalah Validitas dan Reliabilitas kuesioner.  Continue reading

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Snow-cholera-map: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c7/Snow-cholera-map.jpgSistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi (Gistut ,1994).

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem (berbasiskan komputer) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis. Sistem Informasi Geografis (SIG) dirancang untuk mengumpulkan,  menyimpan dan menganalisis objek-objek serta fenomena – fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam  menangani data yang bereferensi geografis, yaitu ; (a) masukan, (b) keluaran, (c) manajemen data (penyimpanan dan  pemanggilan data), (d) analisis dan manipulasi data.  Continue reading

Pengantar Statistika

gedung2Pengertian Statistik secara etimologis berasal dari bahasa Latin yaitu Status dan bahasa Belanda yaitu Staat, yang dalam bahasa Indonesia berarti Negara. Secara umum istilah Statistik mempunyai 2 macam pengertian atau definisi, yaitu Pengertian dalam arti Sempit dan Luas. Selanjutnya dari dua pengertian tersebut muncul 2 terminologi kata atau istilah, yaitu STATISTIK  (=STATISTIC)  dan  STATISTIKA  (=STATISTICS).

STATISTIK (STATISTIC) :Adalah rekapitulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka yang dapat disusun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan. (Riduwan, 2010).

Menurut Sudjiono (2005), Statistik mempunyai beberapa pengertian atau definisi, yaitu :

  1. Statistik sebagai ‘Data Statistik’ yaitu Kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan ATAU Deretan kumpulan angka yang menunjukkan keterangan tentang kegiatan hidup tertentu.
  2. Statistik sebagai ‘Kegiatan Statistik’ yaitu Kegiatan perStatistikan berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 1960 yang meliputi “Pengumpulan Data (Data Collecting)”, “Penyusunan Data (Summarizing)”, “Pengumuman dan Pelaporan (Tabulating and Report)”, dan Analisis Data (Data Analyzing).
  3. Statistik merupakan kumpulan data bilangan maupun bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan.

Istilah statistik sering disesuaikan dengan bidang kegiatan atau ilmu yang menggunakannya seperti dalam bidang kesehatan menjadi Statistik Kesehatan, dalam bidang pendidikan menjadi Statistik Pendidikan, dalam bidang pertanian menjadi Statistik Pertanian, dsb. (Hasibuan, dkk., 2009)

Continue reading

“POSDAYA = Pos Pemberdayaan Keluarga”

‘sekedar berbagi informasi dari berbagai referensi about POSDAYA’

POSDAYA merupakan wahana pemberdayaan 8 Fungsi Keluarga Secara Terpadu, utamanya Fungsi Agama Atau Ketuhanan Yang Maha Esa, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi Dan Kesehatan, Fungsi Pendidikan, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Ekonomi Atau Wirausaha Dan Fungsi Lingkungan.

Kedelapan  fungsi  keluarga  itu  secara  internasional dimantapkan sebagai delapan sasaran Millennium Development Goals (MDGs). Delapan sasaran MDGs tersebut telah disepakati oleh  189  Kepala  Negara  atau  pemimpin  dunia  pada  Sidang Umum PBB di New York. MDGs itu kemudian disempurnakan dan disepakati kembali oleh para pemimpin dunia pada Sidang PBB tahun 2005. Continue reading

KEBIJAKAN & STRATEGI NASIONAL KESEHATAN REPRODUKSI DI INDONESIA

Pada saat ini Kesehatan Reproduksi telah mendapat perhatian khusus secara Global sejak diangkatnya isu tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on Population and Development, ICPD), di Kairo, Mesir, pada tahun 1994. Dalam Konferensi tersebut dihasilkan kesepakatan tentang Perubahan Paradigma dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan kependudukan, yang semula lebih menekankan pada pendekatan Pengendalian Populasi dan Penurunan Fertilitas menjadi pendekatan yang difokuskan pada Kesehatan Reproduksi serta upaya pemenuhan hak-hak reproduksi. Continue reading