Category Archives: Ilmu Kesehatan Masyarakat

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Snow-cholera-map: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c7/Snow-cholera-map.jpgSistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi (Gistut ,1994).

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem (berbasiskan komputer) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis. Sistem Informasi Geografis (SIG) dirancang untuk mengumpulkan,  menyimpan dan menganalisis objek-objek serta fenomena – fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam  menangani data yang bereferensi geografis, yaitu ; (a) masukan, (b) keluaran, (c) manajemen data (penyimpanan dan  pemanggilan data), (d) analisis dan manipulasi data.  Continue reading

“POSDAYA = Pos Pemberdayaan Keluarga”

‘sekedar berbagi informasi dari berbagai referensi about POSDAYA’

POSDAYA merupakan wahana pemberdayaan 8 Fungsi Keluarga Secara Terpadu, utamanya Fungsi Agama Atau Ketuhanan Yang Maha Esa, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi Dan Kesehatan, Fungsi Pendidikan, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Ekonomi Atau Wirausaha Dan Fungsi Lingkungan.

Kedelapan  fungsi  keluarga  itu  secara  internasional dimantapkan sebagai delapan sasaran Millennium Development Goals (MDGs). Delapan sasaran MDGs tersebut telah disepakati oleh  189  Kepala  Negara  atau  pemimpin  dunia  pada  Sidang Umum PBB di New York. MDGs itu kemudian disempurnakan dan disepakati kembali oleh para pemimpin dunia pada Sidang PBB tahun 2005. Continue reading

Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat (Pwr.Point Version)

Pengembangan Masyarakat pada dasarnya adalah untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Hal sebenarnya mempunyai kesamaan dengan hakekat Pembangunan Ekonomi pada Umumnya.

Berikut ini adalah materi yang berkaitan dengan Konsep Dasar Pemahaman tentang Teori Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat dari Perspektif Kesehatan Masyarakat, yang disampaiakn dalam Kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Politeknik Kesehatan Surakarta.

Materi : <KLIK DISINI>

Draft “Asuhan Kebidanan Komunitas pada Kelompok Khusus

tetes_bayi

Berikut ini adalah Draft Analisis kebutuhan materi untuk Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas pada Kelompok Khusus.

Untuk membaca file selengkapnya, silahkan Klik pada judul yang bergaris bawah berikut ini :

ANALISIS KEBUTUHAN MATERI MK. ASKEB KELOMPOK KHUSUS

Kerangka KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS

Sesuai dengan rencana pengembangan Institusi Pendidikan Kebidanan yaitu dengan meningkatkan jenjang pendidikan menjadi Diploma IV Kebidanan Komunitas, maka perlu adanya kesaamaan persepsi terhadap Konsep Kebidanan Komunitas terlebih dahulu.

Untuk itulah penulis mencoba menyampaikan Kerangka Konsep Kebidanan Komunitas dan untuk membaca selengkapnya silahkan Klik pada Tulisan Bergaris Bawah berikut ini :

kerangka KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS

Selanjutnya apabila ada Saran dan Klarifikasi dari Pembaca dipersilahkan.

 

Draft Materi : Asuhan Kebidanan Keluarga

keluarga

Berikut adalah Draft GBPP Mata Kuliah Asuhan Kebidanan dalam konteks Keluarga yang direncanakan untuk Mahasiswa Program Studi Diploma IV Kebidanan Komunitas di Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta.

Untuk membaca selengkapnya, silahkan KLIK pada Tulisan bergaris bawah berikut ini :

Asuhan Kebidanan Keluarga

(draft) GBPP MK. SISTEM INFORMASI KESEHATAN

komputergrdBerikut adalah Draft GBPP Mata Kuliah Sistem Informasi Kesehatan yang direncanakan untuk Mahasiswa Program Studi Diploma IV Kebidanan Komunitas di Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta.

Mohon untuk Pihak2 yang terkait memberikan masukan demi penyempurnaan GBPP ini.

Klik pada Judul di Bawah ini untuk membuka file GBPP SIK.

GBPP SIK PRODI D IV KEBIDANAN KOMUNITAS

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MATERI KULIAH ASKEB KOMUNITAS PADA KELOMPOK

PE-336-0112Analisis Kebutuhan Materi MK. ASKEB Komunitas pada Konteks Kelompok.

 

A.     KONSEP DASAR KELOMPOK

1.      Pengertian Kelompok

*     Berisi penjelasan tentang Definisi Kelompok menurut “Soerjono Soekanto” dalam Sosiologi Suatu Pengantar.

2.      Proses Pembentukan Kelompok

*     Tahap – tahap pembentukan Kelompok : Tahap pembentukan à Tahap Perpecahan à Tahap Penyesuaian à Tahap Perubahan. (Soerjono S)

3.      Kepemimpinan Kelompok

*     Tugas Kepemimpinan dalam Kelompok

*     Kepemimpinan Kelompok yang Efektif

4.      Persyaratan Kelompok

*     “Soerjono Soekanto” dalam Sosiologi Suatu Pengantar

5.      Kriteria Kelompok

*     “Soerjono Soekanto” dalam Sosiologi Suatu Pengantar

 

(MUNGKIN BISA DITAMBAH LAGI KONSEPNYA : DARI BUKU Soerjono Soekanto)

 

B.     ASUHAN KESEHATAN (= ASKEB) KELOMPOK KHUSUS

1.      Definisi/Pengertian :

*     Pengertian Kelompok Khusus

Adalah : Sekelompok individu atau masyarakat yang karena keadaan fisik, mental, maupun sosialnya, budaya dan ekonominya perlu mendapatkan bantuan, bimbingan dan pelayanan kesehatan serta “Asuhan Kebidanan” karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan mereka dalam memelihara kesehatan terhadap dirinya sendiri. (MODIFIKASI DEFINISI DARI BEBERAPA REFERENSI) à Mungkin ada Formulasi yg Lebih baik..!

 

*     Asuhan Kesehatan (=ASKEB) Kelompok Khusus

Adalah : Suatu upaya dalam bidang pelayanan ”kebidanan” komunitas yang ditujukan kepada kelompok – kelompok individu yang mempunyai kesamaan permasalahan kesehatan dan rawan terhadap masalah tersebut yang dilaksanakan secara terorganisir dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan derajat kesehatannya, dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif pada kelompok2 khusus yang ada di masyarakat yang diberikan oleh ”bidan” melalui pendekatan ”Asuhan Kebidanan Komunitas”. (MODIFIKASI DEFINISI DARI BEBERAPA REFERENSI)à Mungkin ada Formulasi yg Lebih baik..!

 

2.      Tujuan “ASKEB” Kelompok Khusus

*     Tujuan Umum

*     Tujuan Khusus

3.      Klasifikasi Kelompok Khusus

a)      Kelompok Khusus dengan kebutuhan khusus yg memerlukan Pengawasan Akibat Pertumbuhan dan Perkembangannya :

o       Kelompok Ibu Hamil

o       Kelompok Ibu Bersalin

o       Kelompok Ibu Nifas

o       Kelompok Bayi dan Balita

o       Kelompok Anak Usia Sekolah

o       Kelompok Usia Lanjut

b)      Kelompok Khusus denganKesehatan Khusus yang memerlukan Pengawasan dan Bimbingan :

*     Kelompok Penderita Penyakit Menular

o       TBC

o       AIDS

o       Kusta dsb___

 

*     Kelompok Penderita Penyakit Tidak Menular

o       DM, Jantung Koroner, Stroke, Hipertensi

o       Kanker Payudara

o       Kanker Serviks

o       Kanker Rahim, dsb________

*     Kelompok Cacat yang Memerlukan Rehabilitasi

o       Cacat Fisik

o       Cacat Mental

o       Cacat Sosial

*     Kelompok Khusus dengan Resiko Terserang Penyakit

o       Kelompok WTS

o       Kelompok Penyalahgunaan NAPZA

o       Kelompok Pekerja dengan Resiko

4.      Ruang Lingkup Kegiatan ”ASKEB” Kelompok Khusus

(mencakup upaya – upaya Promotif, Preventif, Kuratif, Rehabilitatif dan Resosialitatif melalui kegiatan – kegiatan yang terorganisir)

5.      Prinsip Dasar ”ASKEB” Kelompok Khusus

6.      Tahapan ”ASKEB” Kelompok Khusus

*     Persiapan

*     Perencanaan

*     Pelaksanaan

*     Evaluasi

 

C.     PROSES ASUHAN KESEHATAN (= ASKEB) KELOMPOK KHUSUS

(Pada dasarnya langkah-langkahnya sama dengan ASKEB pada Keluarga, yang berbeda hanya SASARANnya saja. Dan permasalahan yang timbul dilihat dari segi Kelompok dan yang perlu dikaji secara mendalam adalah Latar Belakang yang mendorong Timbulnya Masalah dalam Kelompok tersebut).

1.      Pengkajian

*     Pengumpulan dan Analisa Data

*     Perumusan Masalah dan Prioritas Masalah

2.      Diagnosa

Contoh :

Tingginya angka kesakitan anak dengan infeksi tali pusat (tetanus neonatorum) sehubungan dengan kurangnya pengetahuan dan kemampuan ibu dalam perawatan tali pusat yang ditandai dengan 7 dari 10 bayi usia kurang dari 1 minggu tali pusatnya kotor dan basah.

 

3.      Perencanaan

*     Tujuan yang akan dicapai

*     Rencana tindakan yang akan dilaksanakan

*     Kriteria Keberhasilan

 

4.      Implementasi

(idem dg Keluarga) à Sasarannya saja yang beda.

 

5.      Evaluasi

(idem dg Keluarga) à Sasarannya saja yang beda.

 

REFERENSI :

1)      Depkes RI (1983), Perawatan Kesehatan Masyarakat II, Petunjuk Pembinaan Kelompok Sosial/Khusus, Ditjen Binkesmas, Jakarta

2)      F.J Bennet (1987), Diagnosa Komunitas dan Program Kesehatan, Yayasan Essensia Medika, yogyakarta

3)      Freeman B. Ruth (1981), Community Health Nursing Practice, Secound Edition, WB.Saunders Co. London, Philadelphia, Sydney

4)      Soerjono Soekanto (1982), Sosiologi Suatu Pengantar, CV. Rajawali, Jakarta

5)      Soerjono Soekanto (1986), Pengantar Sosiologi Kelompok, CV. Remaja Karya, Bandung

6)      www.os.dhhs.gov/progorg/ophs

7)      www.health.org

INDONESIA SEHAT 2010

Tulisan berikut ini berisi tentang Hand Out ILMU KESEHATAN MASYARAKAT tentang Kebijakan dan Strategi Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan untuk menuju INDONESIA SEHAT 2010 (untuk kalangan sendiri) bagi Mahasiswa Semester IV Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta & STIKES Khususnya dan Pengunjung Semua pada umumnya.

Untuk membuka file, silahkan Klik pada Tulisan yang bergaris bawah berikut ini :

Indonesia Sehat 2010

PARADIGMA SEHAT

Berikut adalah sedikit penjelasan tentang “Paradigma Sehat” yang mencoba memberikan sedikit pemaparan sejarah tentang Perkembangan Cara Pandang sesorang tentang Konsep SEHAT – SAKIT.

Untuk membuka File ini, Silahkan Klik pada Tulisan dengan bergaris bawah berikut ini :

Paradigma-Sehat