Screening Test


screening

Berikut ini adalah Hand Out MK. Epidemiologi dengan pokok bahasan Screening Test yang digunakan sebagai salah satu acuan/referensi dalam perkuliahan mahasiswa semester IV Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta.

Untuk membuka isi tulisan selengkapnya, silahkan KLIK pada Judul yang bergaris bawah berikut ini :

Screening Test

Untuk referensi selengkapnya silahkan baca buku sumber berikut :

1. Azrul Azwar ( 1999 ). Pengantar Epidemiologi, Jakarta, Binarupa Aksara.
2. Bhisma Murti ( 2003 ). Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
3. Bustan MN ( 2002 ). Pengantar Epidemiologi, Jakarta, Rineka Cipta.
4. Eko Budiarto ( 2003 ). Pengantar Epidemiologi, Jakarta, EGC.
5. R. Beaglehole, R. Bonita, T. Kjellstrom, 1997, Dasar – dasar Epidemiologi, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
6. Thomas C. Timmreck, PhD, 2005, Epidemiologi Suatu Pengantar, Jakarta, EGC.

3 responses to “Screening Test

  1. mau tanya pak…kenapa bisa terjadi false positiv dan false negatif dalam suatu screening test?reply at my email…thanks..

  2. @Lia :

    Pada dasarnya Screening itu kan bukan untuk mendiagnosa suatu penyakit dan masalah kesehatan, tetapi mendeteksi kemungkinan terjadinya masalah kesehatan dalam masyarakat/kelompok.

    False Positif (b) terjadi ketika Individu yg di Screening (dengan alat/metode yg sesuai tentunya) ternyata dapat terdeteksi adanya gejala2 gangguan thd masalah yg sedang discreenig TETAPI individu itu sendiri tidak merasakan adanya gangguan tersebut dan secara psikosomatis tidak menunjukkan gejala2 klinis.

    demikian juga untuk False Negatif (c) terjadi ketika Alat/Metode yang digunakan ternyata Tidak Mampu atau Kurang Sensitif untuk mendeteksi tanda2 gangguan masalah kesehatan/penyakit PADAHAL secara klinis, individu tersebut sudah menunjukkan gejala/tanda2 sakit. (HAL INI MERUPAKAN SEBAGIAN DARI KELEMAHAN SCREENING)

    Oleh karena itu, sebelum melakukan screening, alat/metode yg akan digunakan harus memenuhi kriteria2 tertentu. Walaupun kemungkinan False Positif dan False Negatif itu tetap akan muncul, tapi Proporsinya akan semakin kecil.

    Sehingga, setiap hasil screening harus selalu dilakukan penghitungan AKURASI dari Tes Screening itu sendiri. {(a+d)/(a+b+c+d)}

    -00–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s