SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)


Snow-cholera-map: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c7/Snow-cholera-map.jpgSistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi (Gistut ,1994).

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem (berbasiskan komputer) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis. Sistem Informasi Geografis (SIG) dirancang untuk mengumpulkan,  menyimpan dan menganalisis objek-objek serta fenomena – fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam  menangani data yang bereferensi geografis, yaitu ; (a) masukan, (b) keluaran, (c) manajemen data (penyimpanan dan  pemanggilan data), (d) analisis dan manipulasi data. 

Dalam perkembangannya, Sistem Informasi Geografis (SIG) telah diaplikasikan pada berbagai Disiplin Ilmu termasuk Ilmu Kesehatan Masyarakat yaitu pada Epidemiologi Spasial (Spatial Epidemiology). Menurut Elliot dan Wartenberg (2004) dalam “Spatial Epidemiology :Current Approaches and Future Challenges”, dalah ilmu untuk mendeskripsikan dan menganalisis keragaman geografis pada penyakit dengan memperhatikan dimensi geografis, lingkungan, prilaku, sosial ekonomi, genetika dan faktor risiko penularan. Epidemiologi spasial ini menghasilkan Pemetaan Penyakit (Diseases Mapping), Geographical Correlation StudiesClustering Penyakit, dan Surveillance.

Salah seorang ahli dalam kesehatan masyarakat yang mempelopori penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah John Snow yang telah melakukan pemetaan terhadap kasus Kolera di Soho, London pada tahun 1854.

Menurut WHO,SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara lain: Menentukan Distribusi Geografis Penyakit, Analisis trend Spasial dan Temporal, Pemetaan Populasi Berisiko, Stratifikasi Faktor risiko, Penilaian Distribusi Sumberdaya, Perencanaan dan Penentuan, Intervensi dan Monitoring Penyakit.

—————————————————–

Materi selengkapnya terkait Sistem Informasi Geografis (SIG) tersebut dapat dilihat pada link berikut ini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s