Category Archives: HAND OUT

Kategori ini berisi tentang Hand Out Mata Kuliah yg diampu oleh Penulis, agar dapat diakses oleh Mahasiswa dan semua pengunjung Blog ini.

REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME)

Rekam Medik (RM) merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Seringkali Dokumen rekam medik tersebut terlalu tebal, tidak terorganisasi secara rapi, bahkan tidak terbaca; catatan kemajuan, laporan konsultan, hasil radiologi dan catatan perawat bercampur-aduk. Dalam kasus ini kartu rekam medik justru tidak mempermudah pelayanan. Continue reading

Advertisements

Protected: KULIAH METODOLOGI PENELITIAN & STATISTIKA KESEHATAN 2017

This content is password protected. To view it please enter your password below:

KARYA TULIS ILMIAH

žKARYA TULIS ILMIAH adalah Karya Tulis yang memaparkan Pembahasan secara Sistematis, menggunakan Bahasa yang Baku serta didukung dengan Teori dan Fakta Empirik.

žKarya Tulis Ilmiah merupakan Bentuk Komunikasi Tertulis yang menyajikan ‘Argumen Keilmuan Berdasarkan Fakta’. Karya Tulis Ilmiah sebagai Media Komunikasi antara Penulis dengan Pembaca memerlukan Tatanan dan Struktur Bahasa yang Logis dan Efektif, agar makna dalam Karya Tulis Ilmiah dapat diserap dan Dipahami Pembaca dengan baik.

Berikut adalah beberapa catatan kuliah tentang Karya Tulis Ilmiah untuk Mahasiswa Prodi Diploma IV Terapi Wicara Poltekkes Surakarta:

Konsep Dasar & Pengertian Penelitian Ilmiah

Secara Etimologi, PENELITIAN berasal dari bahasa Inggris RESEARCH (RE berarti kembali, dan SEARCH berarti mencari). Sehingga Research berarti Mencari Kembali. Berikut ini adalah beberapa definisi penelitian menurut bebarapa ahli:

Tuckman mendefinisikan Penelitian (Research) is “A Systematic Attempt To Provide Answer To Question”  yaitu Penelitian Merupakan Suatu Usaha Yang Sistematis Untuk Menemukan Jawaban Ilmiah Terhadap Suatu Masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu.

Materi selengkapnya, silahkan [KLIK di SINI]

HIPOTESIS PENELITIAN

http://bit.ly/1jB3eTZ

Jika memang Hipotesis itu sekedar merupakan pernyataan yang bersifat sementara tentang suatu hal, maka kelihatannya mudah dan sederhana saja dalam merumuskannya. Akan tetapi, dalam suatu penelitian ternyata merumuskan Hipotesis yang baik dan benar tidaklah sesederhana itu. Oleh karena itu, pemahaman tentang Konsep atau Teori tentang Hipotesis tersebut sangatlah diperlukan bagi seorang peneliti. Berikut ini kami sampaikan catatan sederhana dari buku-buku referensi yang berkaitan dengan Pemahaman dasar terhadap Hipotesis. Silahkan [KLIK di SINI]

Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori & Kerangka Konsep Penelitian

http://bit.ly/1dcq3he

Setelah mengidentifikasi suatu topik penelitian yang akan diteliti, selanjutnya peneliti harus melakukan Tinjauan Pustaka atas topik tersebut. Dengan Tinjauan Pustaka dapat menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Tinjauan ini juga dapat memberikan kerangka kerja dan tolok ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian tersebut, serta membandingkan hasil-hasilnya dengan penemuan-penemuan lain. (Creswell, 2010).

Berikut adalah catatan selengkapnya tentang Materi Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori dan Kerangka Konsep Penelitian: [KLIK di SINI]

Hakekat Kebenaran & Ilmu Pengetahuan

Mencari hakekat kebenaran mungkin sering kita ucapkan, tapi pada kenyataannya susah untuk dilaksanakan. Yang pasti bahwa “benar” itu pasti “tidak salah”. Pertanyaan-pertanyaan kritis kita di masa kecil, misalnya mengapa gajah berkaki empat, mengapa burung dapat terbang, dan sebagainya kadang tidak dapat terjawab secara baik oleh orang tua kita. Sehingga akhirnya sering sesuatu kita anggap sebagai ‘yang memang sudah demikian adanya’ (Taken for Granted). Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut pandang kebenaran termasuk bagaimana membuktikannya. Manusia merupakan makhluk yang berakal budi. Dengan akal budinya, maka kemampuan bersuara dapat menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Adanya akal budi juga menyebabkan manusia mampu berpikir abstrak dan konseptual sehingga manusia disebut sebagai makhluk pemikir (homosapiens). Dalam sejarah perkembangannya, manusia ternyata manusia selalu berusaha memperoleh pengetahuan yang benar atau yang secara singkat dapat disebut sebagai kebenaran. Manusia senantiasa berusaha memahami, memperoleh, dan memanfaatkan kebenaran untuk kehidupannya. Tidak salah jika satu sebutan lagi diberikan kepadanya, yaitu manusia sebagai makhluk pencari kebenaran.

Apa itu Kebenaran..? Bagimana hubungan Kebenaran dengan Ilmu Pengetahuan.? —— untuk membaca selanjutnya: [KLIK di SINI] ——–

RUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Setiap mengawali suatu penelitian, maka seorang peneliti harus mampu mengidentifikasi sebuah Masalah Penelitian. Dalam hal ini kekritisan peneliti menjadi modal utama dalam menemukan sebuah masalah penelitian yang akan diteliti. Sumber-sumber masalah penelitian dapat dimulai dengan ditemukannya kesenjangan antara hal yang diinginkan dengan yang didapatkan dilapangan/lingkungan, kesenjangan antara Das Sollen (seharusnya) dan Das Sein (kenyataan), kesenjangan antara Harapan dan Kenyataan, kesenjangan antara Fakta dan Harapan dan kesenjangan antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia.

Dari hal-hal tersebut itulah mendorong manusia mengajukan sebuah pertanyaan sederhana “apa itu, dimana itu, siapa itu, kapon itu terjadi dan bagaimana itu, mengapa, dan sebagainya“, sehingga manusia mengidentifikasi masalah. Rasa ingin tahu yang mendalam membuat seseorang mengadakan penelitian, agar apa yang dirasakan kurang benar bisa terjawab dan terpecahkan. Seperti diketahui bersama bahwa penelitian adalah merupakan bagian dari pemecahan masalah. 
Lalu apa sebenarnya Masalah Penelitian itu ?***Selengkapnya silahkan Klik pada link berikut: [KLIK di SINI]

Uji Validitas & Reliabilitas Instrumen Penelitian

gedung2Pada penelitian ilmu-ilmu sosial, termasuk didalamnya adalah Penelitian Kesehatan, cukup banyak menggunakan cara pengambilan/pengumpulan data dengan menggunakan Instrumen (Alat Ukur). Salah satu persoalan yang penting dalam hal ini adalah, perlunya dilakukan pengetesan apakah suatu instrumen (alat ukur) dalam pengambilan data untuk penelitian itu Valid dan Reliabel. Instrumen pengambilan data tersebut dapat berupa Item Pertanyaan (Questionere), Angket, Pedoman Wawancara, dll. Pada penyusunan kuesinoner, salah satu kriteria kuesioner yang baik adalah Validitas dan Reliabilitas kuesioner.  Continue reading

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Snow-cholera-map: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c7/Snow-cholera-map.jpgSistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi (Gistut ,1994).

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem (berbasiskan komputer) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis. Sistem Informasi Geografis (SIG) dirancang untuk mengumpulkan,  menyimpan dan menganalisis objek-objek serta fenomena – fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam  menangani data yang bereferensi geografis, yaitu ; (a) masukan, (b) keluaran, (c) manajemen data (penyimpanan dan  pemanggilan data), (d) analisis dan manipulasi data.  Continue reading